Raspberry Pi Untuk Home Entertainment

post/raspi-2.jpg

Bosan, hal itu yang mungkin anda sekarang rasakan sekarang ini. Masa pandemi ini membuat kita tidak bisa keluar rumah dengan bebas. Meskipun tempat-tempat seperti bioskop sudah kembali dibuka, namun bukan berarti hal itu merupakan pengalaman yang paling nyaman.

Anda bisa menonton film dari handphone Anda melalui aplikasi seperti Netflix atau Disney+, tapi bukankah akan lebih nyaman bila anda bisa menonton film-film tersebut di layar TV yang lebar sambil bersantai di sofa anda yang empuk? Anda bisa membeli Chromecast atau Android TV box murah, tapi untuk harga yang ditawarkan anda dapat membeli sebuah Raspberry Pi 2 dan mendapatkan value yang lebih banyak ketimbang dua gadget tadi.

Raspberry Pi dapat anda konfigurasi menjadi sebuah kotak yang tidak hanya membuat anda bisa menonton Netflix di TV anda, namun juga menonton film yang anda simpan, bermain game retro, ataupun sekedar mendengarkan musik dengan spotify melalui speaker HiFi anda tanpa harus bangun dari sofa.

Raspberry Pi memiliki potensi yang sangat besar untuk anda jadikan sumber hiburan anda di masa pandemi ini dan tentunya anda bisa menentukan seperti apa media hiburan yang cocok untuk mengisi waktu anda dengan komputer mungil ini.

Multimedia Center

Turned-on Flat Screen Smart Television Ahead

Seperti yang tadi dibahas, menonton film pada layar yang lebih besar akan lebih nyaman ketimbang menonton di layar handphone yang sempit. Ada beberapa pilihan software untuk menjadikan Raspberry Pi sebagai Multimedia Center anda di rumah, yaitu

1. Android TV

Smart TV bukanlah sebuah konsep yang baru, namun adopsinya baru saja dilakukan secara besar-besaran mulai beberapa tahun belakangan ini. Dulu anda harus merogoh kantong cukup dalam untuk sekedar mendapatkan TV yang mampu menonton Youtube atau Netflix secara lansung, namun kini TV kelas entry level pun sudah dapat melakukan hal tersebut berkat Android TV yang dikembangkan oleh Google.

Selain terinstall secara bawaan pada TV, Android TV juga tersedia dalam bentuk smart box yang dapat anda pasangkan ke TV yang sudah anda punya di ruang keluarga anda. Namun banyak dari smart TV box ini memiliki kualitas yang dipertanyakan. Selain hardware yang terkesan murahan, dukungan software dari TV box ini biasanya tidak begitu panjang.

Android punya masalah sejak dulu dengan update. Banyak produsen smartphone tidak memberikan update tambahan bagi ponsel mereka setelah satu atau dua tahun, sehingga hardware yang sebenarnya masih memumpuni dalam smartphone tersebut ditahan oleh software yang sudah jadul dan mungkin tidak aman karena tidak lagi mendapat update keamanan. Android TV pun tidak luput dari hal tersebut.

Untungnya bila anda memiliki Raspberry Pi, masalah tersebut dapat anda lewati. Android TV untuk Raspberry PI berasal dari Lineage OS, yaitu Android mentahan yang sudah diproses menjadi sistem operasi yang siap digunakan oleh pengguna secara harian. Lineage OS biasanya dipakai untuk meng-upgrade versi android dari smartphone yang sudah ditinggalkan oleh manufakturnya ke versi android yang lebih baru. Tidak hanya itu, Lineage OS juga tergolong ringan karena tidak berisi bloatware buatan manufaktur yang seringkali kita tidak gunakan dan malah membuat penuh penyimpanan.

Dari sisi peripheral, bila TV box buatan perusahaan tertentu memerlukan remote khusus untuk digunakan, Android TV yang dipasang dalam Raspberry Pi bisa dinavigasi menggunakan keyboard dan mouse biasa. Bila anda ingin lebih autentik, anda dapat menambahkan perangkat smart remote ke android TV dan melakukan navigasi dengan remote tersebut atau bila anda tidak ingin mengeluarkan uang lebih, anda bisa memakai smartphone anda untuk melakukan hal tersebut. Namun, bagaimana jika anda tidak ingin terbatas dengan sekedar android TV? ada banyak lagi software multimedia center yang dapat anda pasangkan ke Raspberry Pi, seperti Kodi dan Plex.

Berikut link proyeknya Running Android TV on the Raspberry Pi - Pi My Life Up

2. Kodi

Kodi atau yang dulu disebut dengan XBMC merupakan aplikasi media player open source dengan antarmuka yang didesain untuk televisi. Meskipun terdengar memiliki tujuan yang sama dengan Android TV, mengubah TV anda yang “tidak pintar” menjadi “pintar”, namun kodi tidak hanya terbatas oleh menonton youtube atau netflix lewat TV anda. Dengan Kodi anda bisa melakukan hal yang dilakukan Android TV, menonton netflix, youtube, menjelajah internet, dan mendengarkan musik, namun juga anda bisa menonton film yang anda sudah punya secara lokal dan juga merekam siaran Live TV ke penyimpanan lokal anda.

Dulu Raspberry Pi memiliki hardware yang terbatas sehingga OS kodi khusus seperti Libre Elec atau Open Elec diperlukan untuk mendapakan pengalaman yang lancar di TV anda. Namun dengan semakin kuatnya hardware yang ada dalam Raspberry Pi, OS kodi yang memiliki fitur yang lebih banyak seperti OSMC dapat dipasang dan memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik dari Raspberry Pi generasi sebelumnya. Terlebih lagi Raspberry Pi 4 Model B memiliki kemampuan untuk menampilkan gambar dengan resolusi 4K.

Berikut link proyeknya Using Kodi on the Raspberry Pi - Raspberry Pi Documentation

3. Plex

Bila anda bukan orang yang suka berlangganan jasa seperti Netflix atau Disney+ dan lebih ke mengoleksi media fisik seperti DVD atau Blu Ray, namun ingin mendapat kemudahan akses instan layaknya layanan streaming, anda dapat menggunakan Plex.

Plex adalah platfrom untuk memajemen media seperi film dan lagu yang terdiri dari server dan client. Tidak seperti layanan berlangganan di mana anda tidak memiliki konten dalam layanan tersebut seberapa pun anda berlangganan (tidak lupa ada resiko anda kehlangan akun anda yang artinya anda kehilangan akses media-media dari jasa berlangganan tersebut), degan Plex anda tinggal memindahkan media yang anda punya ke server Plex anda, semuanya lalu bisa anda putar kapan saja melalui aplikasi Plex.

Anda dapat memasang client Plex pada Raspberry Pi Zero W (atau bila anda tidak butuh wifi dan bluetooth, cukup Raspberry Pi Zero) dan menaruhnya di belakang TV agar lemari TV anda terlihat rapi. Mungkin ada sering berpergian dan tidak puas dengan TV kabel yang ada di kamar hotel yang anda sewa. Anda dapat menyambungkan Raspberry Pi Zero tersebut ke TV dan memutar koleksi film dan lagu favorit yang anda punya dengan Plex tanpa repot harus menyiapkan dan membawa harddisk eksternal terlebih dahulu yang mungkin sebagian TV tidak dapat membacanya.

Berikut link proyeknya How to Setup a Raspberry Pi Plex Server - Pi My Life Up

4. Raspicast

Chromecast merupakan salah satu gadget yang sangat bermanfaat bagi kita yang ingin mengonsumsi konten di layar lebar. Dengan ukurannya yang kecil, anda bisa menyembunyikannya dibalik TV tanpa membuat tamu anda curiga kalau di belakang TV tersebut terdapat untaian kabel yang tidak teratur dengan rapih, Integrasinya dengan berbagai layanan google membuatnya mudah dan nyaman digunakan, terutama untuk pengguna android, dan penggunaan dayanya yang sedikit tidak membuat tagihan listrik anda bertambah setiap kali ingin menonton video youtube di TV sambil menyantap semangkuk indomie.

Namun, bila koneksi wifi anda sering putus karena proveider internet yang tidak bagus atau anda anak kuliahan yang harus hidup dengan paket data yang terbatas dan tidak memiliki wifi, maka chromecast menjadi pilihan yang kurang tepat. Chromecast mengharuskan koneksi wifi yang terhubung padanya terkoneksi setiap saat ke internet. Tidak ada wifi atau internet, tidak ada chromecast. Menyebalkan bukan? Apalagi anda sudah membayar cukup mahal untuk dongle ini.

Tapi tenang saja ada alternatif lain seperti Raspicast yang dapat mengubah Raspberry Pi menjadi alternatif dari chromecast. Pada dasarnya, chromecast kurang lebih mirip dengan miracast yang memungkinkan penggunannya menggunakan sinyal wifi untuk mengirimkan sinyal video ke sebuah receiver, baik itu TV, monitor, ataupun proyektor.

Raspicast bekerja dengan prinsip yang sama dengan mengubah Raspberry Pi anda menjadi sebuah receiver yang dapat menerima sinyal dari gadget anda untuk menampikan video ke sebuah layar. Meskipun proses pemasang Raspicast tidak semudah proses pemasangan Chromecast, namun bila anda ingin menghemat biaya dan data internet atau bahkan tidak suka dengan chromecast untuk suatu alasan tertentu, Raspicast merupakan salah satu alternatif yang patut dicoba.

Tentunya Chromecast masih memiliki fitur-fitur yang tidak dimiliki oleh miracast atau Raspicast berkat integrasinya yang kuat dengan layanan Google lainnya, jadi bukan berarti Raspicast akan membuat Chromecast tidak relevan dalam beberapa tahun kedepan, namun hanya menjadi sebuah alternatif bagi pengguna.

Berikut link proyeknya Raspberry Pi Chromecast Alternative using Raspicast - Pi My Life Up

Game Console

Meskipun memiliki kekuatan yang tergolong lemah untuk dapat disebut sebuah konsol game, namun bila anda menghabiskan masa kecil anda bermain Playstation 1 atau Game Boy Advance Raspberry Pi memiliki tenaga yang cukup untuk menjalankan game yang tersedia untuk konsol-konsol tersebut.

Sejak kemunculannya, para penggila game retro sudah mencoba berbagai cara untuk mengulang kembali nostalgia masa kecil mereka dengan komputer seukuran kartu kredit ini. Seiring dengan berjalannya waktu, tidak hanya emulator konsol yang dapat berjalan pada Raspberry Pi, melainkan juga port game komputer jadul seperti Quake ataupun bahkan game modern yang tersedia di steam dapat anda jalankan (Game PC yang ada di steam harus distreaming lewat komputer lain lewat Steam in Home Streaming) dan mainkan di depan sofa anda.

1. Retro Game Console

img

Raspberry Pi sedari awal sudah menarik para penggila game retro untuk mengulang kembali nostalgia masa kecil mereka. Harganya yang murah dan ukurannya yang kecil menjadi salah satu keunggulan yang dimiliki Raspberry Pi ketimbang Single Board Computer (SBC) lainnya. Selain itu karena kepopulerannya, Raspberry Pi juga memiliki banyak software yang sudah dioptimisasi untuk memaksimalkan potensi hardware-nya yang terbatas.

Seseorang dapat dengan mudah memasang software seperti RetroPie, PiPlay, Recalbox, atau Lakka untuk melakukan emulasi game konsol tersebut dan memasukan rom dari game yang mereka punya ke dalam penyimpanan Raspberry Pi untuk menjalankan game tersebut.

Tentunya sebuah game konsol tidak akan lengkap tanpa andanya sebuah controller. Anda dapat memakai controller apa saja. Ingin bermain game Playstation 1 dengan controller XBOX? Anda bisa, namun tentunya sedikit common sense tetap diperlukan. Anda tidak ingin memainkan Street Fighter 2 dengan Wii Remote bukan? Anda bisa, hanya saja pengalaman yang anda akan dapatkan tidak akan terlalu nyaman.

Bagaimana jika anda seorang Purist yang hanya ingin memainkan game retro tersebut dari kaset atau catridge aslinya? Anda bisa. Aksesoris seperti Retrode 2 memungkinkan anda memainkan game-game tersebut melalui catridge aslinya dan portable DVD reader murah dapat anda gunakan untuk menjalankan kaset asli konsol seperti Playstation 1.

Berikut link proyeknya First Installation - RetroPie Docs

2. DiY Arcade Machine

Mungkin anda sering bermain ke Game Master sewaktu kecil atau anda ingin merasakan bagaimana pengalaman bermain game pada Kabinet arcade seperti beberapa belas tahun kebelakang. Dengan Raspberry Pi anda dapat membuat kabinet arcade anda sendiri. Banyak orang yang sudah membuat blueprint kabinet arcade yang bisa anda gunakan dan rakit secara gratis. Selain itu banyak perusahaan yang masih membuat dan menjual tombol dan stik yang biasa dipakai dimesin jenis tersebut.

Merek seperti Sanwa atau Hori yang sering menjadi pilihan pertama untuk para fans fighting game dapat anda gunakan untuk merakit kabinet arcade anda. Bila anda ingin lebih otentik lagi, anda dapat mencari TV CRT jadul bekas untuk dijadikan sebagai display output pada kabinet tersebut, hati-hati saja bila membongkar TV tabung karena kapsitor berdaya tinggi yang ada didalamnya. Dengan Memakai TV tabung anda dapat memakai light gun yang sering dipakai pada permainan seperi Time Crisis buatan namco.

Berikut link proyeknya Full Size Arcade Cabinet Using Raspberry-Pi : 6 Steps (with Pictures) - Instructables

3. Bermain Quake dan game PC jadul lainnya

Amiga, Computer, Retro, Technology, Vintage, Classic

Doom dan Quake merupakan game yang sangat merevolusi PC gaming. Quake terutama menjadi pilihan bagi banyak orang diakhir tahun 1990-an untuk bermain bersama teman-teman mereka. Pengembang Doom dan Quake, Id Software yang sekarang dimiliki oleh Bethesda yang perusahaan induknya baru saja diakusisi oleh microsoft merilis kode Doom dan Quake ke publik sehingga memunculkan banyak port dan modifikasi untuk platform lain selain PC.

Salah satu port tersebut adalah Q3Lite yang merupakan fork dari ioquake 3, Q3Lite didesain untuk bisa dijalankan pada komputer Raspberry Pi dari mulai Raspberry Pi Zero hingga Raspberry Pi 4 Model B. Untuk dapat menjalankannya, pengguna harus memasang OS Raspbian terlebih dahulu pada Raspberry Pi mereka.

Bila anda ingin lebih jadul lagi, mungkin bermain Fallout 1 atau Fallout 2, anda dapat menjalankan game MS-DOS di Raspberry Pi. Meskipun program seperti FreeDos tidak miliki native port untuk Raspberry Pi, namun anda dapat menjalankan FreeDos lewat QEMU di Raspberry PI. Emulator lain seperti DOSbox juga tersedia untuk Raspberry Pi jika anda tidak ingin pusing-pusing menginstall dan mengatur QEMU.

Berikut link proyeknya

Q3Lite GitHub - cdev-tux/q3lite: Q3lite, an OpenGL ES port of Quake III Arena for embedded Linux systems.

FreeDOS Raspberry Pi https://opensource.com/article/18/3/can-you-run-dos-raspberry-pi

Playstation, Computer, Console, Controller, Game, Gamer

Bermain game seperti GTA V atau Final Fantasy XV di PC memang menyenangkan. Anda bisa menjalankan game-game tersebut dengan pengaturan grafis yang lebih tinggi ketimbang konsol seperti Playstation 4 atau Xbox One (tentunya dibutuhkan hardware PC yang memumpuni juga), namun satu hal yang tidak dimiliki PC adalah konsol sejak awal didesain untuk gaming di TV dan sofa.

Anda bisa merakit PC untuk kebutuhan living room gaming anda, namun biasanya komponen yang didesain untuk chasis kecil seperti mini-itx motherboard memiliki harga yang sedikit lebih mahal dari komponen berukuran standar. Meskipun anda tidak perlu chasis yang kecil dan merakit full tower PC untuk ruang TV anda, biaya yang anda keluarkan cukup besar untuk sekedar bermain game PC di TV. Dengan Steam in Home Streaming, anda tinggal men-streaming game yang ada di PC kamar anda ke TV dengan murah.

Raspberry Pi 3 Model B dapat menjadi game streaming box yang murah untuk ruang TV anda. Asalkan anda memiliki wifi 5GHz atau lebih baik lagi koneksi ethernet dari PC ke Raspberry Pi, anda dapat memainkan game PC anda di TV dengan mudah. Selain keyboard dan mouse, Steam Link pada Raspberry Pi mendukung banyak jenis Controller dari mulai Xbox One hingga Nintendo Switch Pro Controller.

Berikut link proyeknya Raspberry Pi Steam Link App - Steam Support (steampowered.com)

Spotify Connect Hub

Person Using Smartphone

Spotify merupakan layanan streaming musik yang paling populer saat ini. Dengan pengguna sebanyak 345 juta pada kuartal ke-4 Tahun 2020, layanan ini memiliki banyak koleksi musik yang dapat diputar dimana saja dan kapan saja anda berada. Layanan premium dengan harga yang cukup kompetitif dibandingkan kompetitor seperti Youtube music atau apple music membuat nilai aplikasi ini menjadi sangat berharga berhubung banyaknya lagu yang kita dapatkan untuk harga yang kita bayar.

Salah satu fitur yang ada pada spotify adalah spotify connect yang memungkinkan kita untuk memakai perangkat dengan spotify seperti laptop atau smartphone sebagai sebuah remote. Jadi anda bisa tetap bersantai di atas kasur sambil memindahkan lagu yang sedang diputar di laptop anda melewat smartphone anda. Namun, speaker laptop biasanya tidak ideal untuk mendapatkan pengalaman mendengarkan musik yang bagus.

Laptop-laptop kelas entry level biasanya memiliki speaker dengan suara yang terdengar kecil dan tidak kaya akan nada. Anda bisa saja membeli speaker bluetooth di toko-toko online yang biasanya dibanderol dengan harga yang lumayan murah, namun bluetooth speaker memiliki masalah latensi atau delay yang terkadang mengganggu kenyamanan mendengar musik anda. Mungkin anda sudah memiliki speaker yang cukup bagus di rumah, namun tidak ingin terus menyalakan laptop anda selama 24 jam sebagai komputer spotify. Apa yang anda bisa lakukan?

Jawabannya adalah memakai sebuah komputer berdaya rendah yang tidak perlu didinginkan dengan kipas sebagai komputer spotify. Komputer ini akan terus terkoneksi ke wifi dan speaker anda selama 24 jam dan begitu anda ingin berbaring sambil memutar lagu di speaker anda, tinggal buka aplikasi spotify di smartphone anda dan memakai Spotify connect untuk memutar lagu tersebut di komputer Spotify anda yang sudah siap terpasang ke speaker.

Meskipun begitu, komputer mini seperti itu memiliki harga yang cukup mahal, apalagi bila anda hanya akan memakainya sebagai sebuah komputer untuk Spotify connect. terlebih lagi meskipun anda membayar premium untuk komputer mini berdaya rendah, konsumsi dayanya masih tergolong tinggi untuk hal yang dikerjakannya. Bahkan terkadang karena sifatnya yang berdaya rendah, prosessor dalam komputer tersebut memiliki performa yang cukup buruk.

Salah satu alternatif dari komputer mini Windows dengan prosessor Intel adalah Raspberry Pi. Menggunakan aplikasi Raspotify, kita dapat mengubah sebuah Raspberry Pi menjadi komputer Spotify connect yang hemat daya dan tidak berisik serta murah. Anda tidak perlu membeli Raspberry Pi generasi terbaru untuk mendapatkan performa yang cukup untuk menjalankan Raspotify, cukup dengan Raspberry Pi 2 Model B, Anda sudah dapat mengubah speaker anda menjadi sebuah smart speaker yang terhubung dengan ratusan koleksi musik dari seluruh dunia.

Berikut link proyeknya How to Setup Spotify Connect on the Raspberry Pi - Pi My Life Up

The Latest